
Di UPTD SDN Demangan 2, keberagaman menjadi salah satu kekayaan tersendiri. Sekolah ini memiliki guru dan siswa yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk berbeda agama. Salah satu contohnya adalah seorang guru dan siswa yang beragama Katolik. Keberadaan guru dan siswa dengan keyakinan berbeda ini justru memperkaya pengalaman belajar dan interaksi sosial di sekolah.
Perbedaan agama di sekolah ini tidak menjadi penghalang untuk saling menghormati. Para siswa belajar untuk menerima dan memahami keyakinan teman-temannya, begitu pula dengan rekan guru yang berbeda agama tersebut. Misalnya, saat ada kegiatan keagamaan atau perayaan hari besar, siswa yang lain dapat menghargai tanpa merasa diabaikan. Hal ini menumbuhkan rasa empati dan toleransi sejak dini.
Selain itu, perbedaan agama juga menjadi media pembelajaran yang berharga. Guru di SDN Demangan 2 sering mengajarkan siswa untuk berdiskusi tentang nilai-nilai moral yang umum, seperti kejujuran, kerja sama, dan kepedulian. Diskusi ini memungkinkan siswa belajar dari pengalaman teman-temannya yang berbeda latar belakang, sehingga wawasan mereka menjadi lebih luas.
Sekolah juga memfasilitasi kegiatan yang mengedepankan kebersamaan, seperti gotong royong, kegiatan seni, dan olahraga. Dalam kegiatan-kegiatan ini, semua siswa berpartisipasi tanpa memandang agama. Dengan begitu, siswa dan guru dapat merasakan bahwa perbedaan bukanlah halangan, melainkan kekuatan yang membuat mereka lebih solid sebagai sebuah komunitas.
Kesadaran akan indahnya perbedaan ini penting untuk masa depan. Di SDN Demangan 2, siswa diajarkan bahwa menghormati perbedaan membuat lingkungan belajar menjadi nyaman dan aman. Mereka belajar bahwa setiap orang unik dan keberagaman adalah salah satu hal yang membuat hidup lebih kaya dan penuh warna. Perbedaan, termasuk perbedaan agama, memang benar-benar indah.